TVRI Sumsel Matangkan Enam Lokasi Nobar Piala Dunia 2026, Perluas Jangkauan Siaran
TVRI Sumsel siapkan nobar Piala Dunia 2026 sebagai langkah konkret mendekatkan siaran sepak bola dunia kepada masyarakat Sumatera Selatan. Melalui enam titik nonton bareng, TVRI Sumsel ingin memastikan euforia Piala Dunia terasa merata, sekaligus memperkuat akses siaran digital hingga pelosok daerah.
Persiapan ini berjalan seiring target besar TVRI untuk memperluas jangkauan siaran digital terestrial menjelang Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Juni mendatang. Dengan kombinasi peningkatan infrastruktur dan kegiatan publik, TVRI Sumsel ingin menghadirkan pengalaman menonton yang inklusif dan berkualitas.
TVRI Sumsel Fokus Menyukseskan Piala Dunia 2026
TVRI Sumsel siapkan nobar memandang Piala Dunia 2026 sebagai momentum strategis. Ajang sepak bola terbesar di dunia ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat peran televisi publik sebagai media pemersatu.
Kepala Stasiun TVRI Sumsel, Eflianty Analisa, menegaskan bahwa TVRI berkomitmen menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport. Seluruh stasiun daerah, termasuk TVRI Sumsel, akan melakukan relay siaran melalui jaringan digital terestrial.
Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan kualitas gambar dan suara yang optimal, tanpa biaya tambahan.
Enam Titik Nobar Piala Dunia 2026 di Sumatera Selatan
Sebagai bagian dari strategi menjangkau publik, TVRI Sumsel menyiapkan enam lokasi nobar Piala Dunia 2026 yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Setiap lokasi menargetkan ribuan penonton agar atmosfer pertandingan terasa meriah dan inklusif.
Enam wilayah yang masuk dalam rencana nobar meliputi:
- Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)
- Kabupaten Lahat
- Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
- Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
- Kota Lubuklinggau
- Kota Prabumulih
TVRI Sumsel akan berkolaborasi langsung dengan pemerintah daerah setempat. Kolaborasi ini mencakup penyediaan lokasi, pengamanan, hingga dukungan fasilitas pendukung seperti layar besar dan sistem suara.
Target Nobar Skala Besar untuk Ribuan Penonton
TVRI Sumsel tidak sekadar menggelar nobar simbolis. Setiap kegiatan nobar dirancang untuk menampung minimal 2.000 penonton. Skala besar ini mencerminkan komitmen TVRI Sumsel dalam menghadirkan pengalaman menonton yang meriah dan setara dengan suasana stadion.
Melalui nobar, masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan semangat sportivitas. TVRI Sumsel juga melihat nobar sebagai sarana edukasi publik terkait peralihan penuh ke siaran digital.
Jangkauan Siaran TVRI Sumsel Terus Diperluas
Selain fokus pada kegiatan nobar, TVRI Sumsel juga mempercepat peningkatan jangkauan siaran digital. Saat ini, daya pancar TVRI Sumsel di wilayah Palembang telah mencapai sekitar 97 persen. Namun, beberapa daerah lain masih membutuhkan penguatan sinyal.
Menjelang Piala Dunia 2026, TVRI Sumsel menargetkan jangkauan siaran digital mencapai lebih dari 95 persen wilayah Sumatera Selatan. Target ini menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak bergantung pada nobar semata untuk menikmati pertandingan.
Solusi untuk Wilayah dengan Sinyal Rendah
TVRI Sumsel menyadari tantangan geografis di beberapa daerah, terutama wilayah seperti OKU Timur dan OKU Selatan. Untuk mengatasi kendala tersebut, TVRI pusat akan memberikan dukungan berupa penyewaan pemancar tambahan.
Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat di wilayah dengan sinyal rendah tetap dapat mengakses siaran Piala Dunia 2026 secara langsung dari rumah masing-masing. Dengan solusi ini, TVRI ingin menghapus kesenjangan akses informasi dan hiburan.
Edukasi Masyarakat soal Siaran Digital Terestrial
TVRI Sumsel juga aktif mengedukasi masyarakat terkait teknis penerimaan siaran Piala Dunia 2026. Siaran pertandingan hanya tersedia melalui siaran digital terestrial, sesuai dengan ketentuan kerja sama antara TVRI dan FIFA.
Masyarakat perlu menggunakan antena luar dan set-top box digital (STB) agar dapat menangkap siaran dengan baik. TVRI Sumsel terus menyosialisasikan hal ini melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk siaran internal dan kegiatan publik.
Peran TVRI sebagai Televisi Publik Nasional
Melalui persiapan nobar dan peningkatan infrastruktur, TVRI Sumsel menegaskan perannya sebagai televisi publik yang hadir untuk semua lapisan masyarakat. TVRI tidak hanya menyiarkan pertandingan, tetapi juga membangun ruang kebersamaan dan akses informasi yang merata.
Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bahwa televisi publik tetap relevan di era digital, dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dampak Positif Nobar bagi Daerah
Kegiatan nobar Piala Dunia 2026 juga berpotensi memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi daerah. Ribuan penonton yang hadir dapat menggerakkan sektor UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga jasa pendukung acara.
Selain itu, nobar dapat menjadi ruang interaksi sosial lintas usia dan latar belakang. TVRI Sumsel berharap kegiatan ini dapat memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan semangat kebangsaan melalui olahraga.
Menuju Piala Dunia 2026 yang Inklusif
Dengan persiapan matang, TVRI Sumsel ingin memastikan Piala Dunia 2026 dapat dinikmati secara inklusif oleh masyarakat Sumatera Selatan. Kombinasi antara nobar di enam wilayah dan peningkatan jangkauan siaran digital menjadi kunci utama strategi ini.
TVRI Sumsel optimistis target jangkauan lebih dari 95 persen dapat tercapai sebelum kick-off Piala Dunia 2026. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati setiap momen pertandingan tanpa hambatan teknis.
Komitmen Berkelanjutan TVRI Sumsel
Persiapan Piala Dunia 2026 tidak berhenti pada event semata. TVRI Sumsel menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan siaran.
Melalui penguatan infrastruktur, kolaborasi daerah, dan edukasi publik, TVRI Sumsel siapkan nombar dan terus bergerak menghadirkan siaran yang merata, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
